Kamis, 03 November 2011


Pencemaran udara akibat kendaraan bermotor di daerah subang 

  Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Sleman, Ephipana Kristiyani mengungkapkan, ada tiga jenis kegiatan yang berakibat pada penurunan kualitas udara di kabupaten ini, yakni industri, transportasi dan kegiatan rumah tangga. Jika hal tersebut tidak ditangani secara serius, maka akan berdampak buruk bagi kelestarian lingkungan.
“Namun, untuk wilayah perkotaan, sektor transportasi yang paling berpengaruh. Tiap tahun, laju pertumbuhan kendaraan bermotor selalu meningkat,” ungkapnya disela uji petik emisi gas buang kendaraan bermotor di halaman parkir lapangan Denggung, SlemanRabu (20/4).
Ephipana melanjutkan, kendaraan bermotor yang tidak melakukan perawatan secara rutin, semakin menambah polusi udara yang tinggi. Oleh karena itu, pihaknya menganjurkan pemilik kendaraan bermotor agar peduli terhadap kendaraannya. Makanya, dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-95 ini, kami targetkan 650 kendaraan roda empat untuk di uji petik emisi gas buangnya,” imbuhnya.
Dari uji petik emisi gas buang ini, imbuhnya, diketahui tingkat penataan terhadap nilai ambang batas emisi gas buang, sehingga bisa dijadikan rujukan ulang untuk mengambil kebijakan. “Selain untuk mengetahui tingkat ambang batas setiap kendaraan, khususnya roda empat, uji emisi ini juga sebagai bahan menganalisis dan mengevaluasi hasil uji sebagai masukan untuk penyusunan kebijakan,” imbuhnya.
Kendati demikian, hal yang paling penting ialah tumbuhnya kesadaran para sopir maupun pemilik kendaraan dalam merawat kendaraan. Dengan perawatan rutin, mampu memperpanjang usia kendaraan dan menghemat bahan bakar. “Pada akhirnya, dapat mengendalikan pencemaran udara karena penggunaan bahanSementara salah satu sopir kendaraan yang diuji petik gas buang, Sugiyarto, mendukung dengan kegiatan ini. Pasalnya, hasil uji emisi bisa menjadi tolak ukur bagi pemilik kendaraan. “Kan tadi dikasih rekapan hasil dan rekomendasinya. Bagus, saya senang karena diperingatkan untuk merawat rutin dan diberi petunjuk mengenai perawatannya,” terangnya. bakar tidak boros,” ungkap Ephipana. Untuk mendukung pengurangan polusi akibat kendaraan, KLH Sleman juga akan melombakan uji petik emisi gas buang. Khususnya, bagi mobil-mobil dinas di lingkungan Kabupaten Sleman.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar